'Only one shot and you can change anything'
Kata-kata itu terus terngiang dibenakku. Aku memang bukan seorang teroris. Aku hanya terjebak dalam komplotan sialan ini. Kau tahu? Aku harus menembak sahabatku untuk menyelamatkanku dan keluargaku. Tapi, aku tak pernah bisa melakukannya, karena dia adalah orang yang sangat kucintai.
"Jungshin-ssi, besok kau harus melaksanakannya.. Atau keluargamu mati!" Teriak seseorang dibelakangku. Aku tak menoleh, karena aku sudah tahu siapa yang ada dibelakangku. Myun Woo. Seorang yang membuatku berada di keadaan ini.
Keesokan Harinya...
Cih, aku tak suka hari ini. Aku tak mungkin tega melepas Yoo Ra. Dia sahabatku. Dan tuhan pun tahu bahwa aku mencintainya. Aku akan menjadi orang yang sangat kejam jika membunuhnya. Lebih baik aku yang mati.
Ku langkahkan kakiku memasuki apartemen Yoo Ra. Senyumnya. Ah! Senyuman itu yang membuatku semakin mencintainya.
"Oh! Annyeong Oppa! Jeongmal Bogoshippeo! Mengapa 3 hari ini kau tak berkunjung kesini?"
Sialan! kenapa kau harus tersenyum lagi Yoo Ra? Aku semakin mencintaimu sekarang. Drrt...Drrt... Cish, siapa yang mengangguku? Aishh! Aku bisa gila!