Seorang wanita cantik duduk di sebuah pohon rindang untuk berteduh. Hujan memang cukup besar. Tapi apa dayanya? Dia akan menunggu hingga hujan berhenti dan melanjutkan perjalannya untuk pulang. Tapi hujan tak kunjung berhenti dan tubuhnya pun mulai bergetar.
“Aigoo, kenapa hujan terus? Aku sudah kedinginannn!” katanya dengan mulut yang bergetar sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya agar ada sedikit kehangatan pada tubuhnya.
“Jae In-ah! Sedang apa kau disini?” Seorang pria berteriak dari sebuah mobil dan itu tidak lain adalah Ji Young teman Jae In di sekolah.
“Ah tidak.. aku mau pulang tapi tiba-tiba hujan, jadi aku berteduh disini” jawab Jae In dengan bibirnya yang bergetar karena kedinginan.
“Jae In-ah kau sudah kedinginan? Ayo pulang denganku” Jawab Ji Young sambil keluar mobil menggunakan payungnya. Jae In ingin menolak, tapi kalau dia menolak dia akan mati membeku disini. Ji Young pun membawa Jae In ke mobilnya.
“Jeongmal gomawo Ji Young-ssi” Ucap Jae In.
“Nde” Jawab Ji Young lalu tersenyum tipis. Jiyoung melihat Jae In yang masih kedinginan, dia pakaikan jaketnya di tubuh Jae In untuk memberi kehangatan padanya.
“Pakailah.. kau bisa mengembalikan padaku nanti” Ujar Ji Young dengan suara yang ramah.
“Oh Nde .. Gomawo Ji Young-ssi” Jawab Jae In. Dan Jae In pun turun dari mobil Jiyoung karena dia sudah sampai di rumahnya. Dia pun langsung membungkukkan tubuhnya kepada Ji Young.
Keesokkan harinya..
Jae In duduk di kursi dekat kelas Ji Young. Tapi hingga bel telah berbunyi Ji Young tak kunjung datang. Sehingga ia putuskan untuk mengembalikannya pada jam istirahat.
Saat jam istirahat Jae In berjalan ke kelas Ji Young. Di mencari sosok Ji Young di kelas itu. Tapi dia tidak kunjung menemukan sosok yang ia cari. Ia pun memutuskan untuk bertanya pada salah seorang murid dikelas Ji Young.
“Annyeong, apakah kau melihat Ji Young?” Tanya Jae In dengan sopannya kepada seorang siswa pria yang berperawakan tinggi.
“Ji Young? Dia sudah pindah ke Amerika kemarin. Bahkan kemarin dia berpamitan dulu kepada kami sekelas” Jawab siswa pria berperawakan tinggi itu.
“Mwo? Ji Young sudah pindah? Apakah kau serius?” Tanya Jae In Sambil ber o ria.
“Nde” Jawab sang pria singkat. Jae In pun langsung pergi ke kelasnya kembali. Dia menangis, dia sebenarnya menyukai Ji Young sejak kelas satu, tapi dia tak berani untuk mengatakannya. Dan oleh sebab itulah sekarang Jae In menangis.
Saat pulang sekolah, hujan kembali datang. Dia kembali berteduh di pohon yang sama saat Ji Young menghampirinya . Dia menangis disitu. Tak ada seorangpun yang melihatnya kecuali hujan yang sedang turun membasahi bumi. Dia berharap hujan cepat berhenti agar dia bisa melupakan Ji Young perlahan.
“I bissoriga ni moksorinji (Is this sound of the rain, your voice?)
Nal bureuneun sorinji naman neol saenggakhani (Is this a sound that calls to me? Am I the only one thinking of you?)
I biga nareul wirohaejulkka (Will this rain comfort me?)
Ireon nae mameul alkka jakku niga saenggangna (Do you know how I feel? I keep thinking of you)”
-B.A.P – Rain Sound
No comments:
Post a Comment